Tatkala pelajaran di kelas, secara teori dan grammatika sudah dipahami dan dihafalkan, maka latihan berbicara sangat diperlukan. Hal ini siswa mempraktekkan pengaturan intonasi, logat bicara, arahan yang ditekankan sesuai tema, keberanian dan kepercayaan diri.

Pengaturan ritme, nada dan emosi juga menjadi penting. Dari raut muka, mimik maka akan kentara apakah siswa sudah menguasai dan sudah dapat berkomunikasi dengan lawan bicara. Tidak hanya teori, praktek dapat dimulai dengan teman dalam kelompok. Tidak hanya di kelas, belajar dapat dilakukan di luar kelas. Mereka dibagi dalam kelompok, agar mereka dapat saling berdiskusi dan saling bertukar informasi. Pelajaran kelas XI dengan tema Familie (keluarga) menjadi lebih mudah, diceritakan siswa secara mandiri. Karakter jujur bercerita tentang keluarga siswa. Kalimat sederhana dapat diungkapkan karena siswa menceritakan kondisi keluarganya. Tidak ada yang malu, apakah keluarganya keluarga besar atau kecil. Juga dalam keluarga tinggal bersama atau berpisah. Kondisi keluarga setiap siswa akan diketahui temannya sehingga siswa dapat mengaktualisasikan secara terbuka.

Pelajaran terasa lebih leluasa. Siswa saling bertanya jawab. Dari percakapan yang mandiri, guru dapat menilai psikomotoriknya/skill yang dipunyai mengalir dengan rileks atau menegangkan. Siswa lancar berbicara atau lambat berbicara, berbobot bicaranya atau asal bunyi. Ini menjadi perhatian guru untuk memberi pengarahan agar siswa semangat, siswa benar ucapannya dengan lafal bahasa Jerman dan dialeks Jerman. Tidak terasa pelajaran seperti sangat cepat dan siswa harus kembali ke kelas mengikuti pelajaran selanjutnya. Gute Lern und Viel Erfolg!